(Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian)
SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru
menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”
Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat.
Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk
dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring
perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan
berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan
dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke tanah, namun buahnya justru
terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup.
Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.
Tapi anakku, kau memiliki sebuah penghubung dalam qalb-mu, di dalam hatimu, yang berfikir tentang Tuhan dan mencari-Nya. Akan aku jelaskan cara mengembangkan hubungan tersebut. Ikutilah arahan ini baik-baik.
Sebanyak apa pun keterikatanmu pada dunia, jika kau ingin menemukan Tuhan, jika kau ingin menapaki jalan menuju-Nya; engkau, doa-doamu dan ibadahmu harus seperti pohon. Walaupun sebuah pohon terikat ke tanah, ia memberikan buahnya untuk semua mahluk. Walaupun kau terikat pada dunia seperti pohon, niatmu harus seperti niat sebuah pohon terhadap buahnya: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah-ibadahmu, keunggulan-keunggulanmu maupun semua yang kau lakukan harus terhubung dengan Tuhan, dan kau harus melakukan pekerjaanmu dengan diniatkan untuk kemaslahatan semua makhluk, bukan untuk dirimu sendiri. Maka setelah itu, barulah kau akan berjalan dengan baik ketika menapaki jalan menuju-Nya.”
Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wassalamu'alaikum wa rahmatulaahi ta'ala wa barakatuh.
Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.
Tapi anakku, kau memiliki sebuah penghubung dalam qalb-mu, di dalam hatimu, yang berfikir tentang Tuhan dan mencari-Nya. Akan aku jelaskan cara mengembangkan hubungan tersebut. Ikutilah arahan ini baik-baik.
Sebanyak apa pun keterikatanmu pada dunia, jika kau ingin menemukan Tuhan, jika kau ingin menapaki jalan menuju-Nya; engkau, doa-doamu dan ibadahmu harus seperti pohon. Walaupun sebuah pohon terikat ke tanah, ia memberikan buahnya untuk semua mahluk. Walaupun kau terikat pada dunia seperti pohon, niatmu harus seperti niat sebuah pohon terhadap buahnya: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah-ibadahmu, keunggulan-keunggulanmu maupun semua yang kau lakukan harus terhubung dengan Tuhan, dan kau harus melakukan pekerjaanmu dengan diniatkan untuk kemaslahatan semua makhluk, bukan untuk dirimu sendiri. Maka setelah itu, barulah kau akan berjalan dengan baik ketika menapaki jalan menuju-Nya.”
Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wassalamu'alaikum wa rahmatulaahi ta'ala wa barakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar