Rabu, 15 April 2015

KEUTAMAAN SHODAQOH

Di ceritakan bahwa suatu hari Nabi Isa As. pernah berjalan melewati suatu desa dan di desa itu terdapat tukang penatu.

Penduduk kampung itu berkata kepada Nabi Isa As. : "Tukang penatu itu selalu menahan air, kemudian ia meludahi dan mengotori nya. Oleh sebab itu berdo’alah kepada Allah SWT agar di manapun dia berada supaya Allah membuat nya tidak bisa kembali".

Kemudian Nabi Isa As. berdo’a kepada Allah : "Ya Allah, kirimlah seekor ular kepada tukang penatu itu dan jangan engkau biarkan dia kembali lagi dalam keadaan hidup".

Suatu saat tukang penatu pergi untuk menatu pakaian di dekat air sambil membawa tiga potong roti. Ketika ia berada di tempat itu datanglah seorang 'abid (ahli ibadah) kepadanya. 'Abid itu telah beribadah di gunung di dekat tempat tukang penatu itu melakukan pekerjaan nya.

'Abid berkata : "Wahai tuan, apakah tuan punya suatu makanan yang bisa kamu berikan kepadaku atau setidaknya kamu perlihatkan kepadaku supaya aku bisa melihatnya atau mencium aromanya karena sesungguhnya aku belum makan sesuatupun hari ini".

Kemudian tukang penatu itu memberinya sepotong roti miliknya itu, lalu si 'abid berdo’a : "Wahai tukang penatu semoga Allah mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu".

Kemudian tukang penatu itu memberinya roti yang ke dua, lalu si 'abid berdo’a lagi : "Semoga Allah mengampuni dosa mu yang telah lalu dan yang akan datang”. Dan ketika tukang penatu memberikan rotinya yang ke tiga, kemudian si 'abid berdo’a lagi : "Wahai tukang penatu semoga Allah membangunkan kamu istana di surgaNya".

Selanjutnya tukang penatu itu pulang ke kampungnya. Melihat ia pulang ke kampung, penduduk kampung berkata kepada Nabi Isa As. : "Wahai Nabi Isa, si tukang penatu kembali lagi ke kampung". 

Nabi Isa As. berkata kepada penduduk kampung : "Panggillah dia, suruh dia menghadap kepadaku". 

Kemudian penduduk kampung memanggil si tukang penatu itu, lalu dia pun menghadap kepada Nabi Isa As., kemudian Nabi Isa bertanya kepada si tukang penatu itu : "Wahai tukang penatu, ceritakan kepadaku kebaikan-kebaikan apa saja yang telah kau perbuat pada hari ini ?".

Si tukang penatu kemudian menceritakan apa yang telah dia perbuat sebenar nya kepada Nabi Isa As. mengenai peristiwa yang di alaminya tentang air, roti dan do’a-do’a yang di panjatkan si 'abid untuknya.

Kemudian Nabi isa As. berkata kepada si tukang penatu : "Bawalah kemari tas mu itu". 

Si tukang penatu memberikan tasnya itu kepada Nabi Isa As., lalu Nabi Isa As. membuka nya ternyata di dalam tas itu terdapat seekor  ular hitam yang terbelenggu dengan rantai besi, lalu Nabi Isa bertanya kepada ular hitam itu : "Wahai ular hitam".

"Ya ada apa wahai Nabi Allah", jawab si ular hitam itu.

Kemudian Nabi Isa As. berkata lagi kepada ular hitam : "Bukankah engkau di kirim kepada si tukang penatu ini ?". 

Lalu ular hitam tersebut menjawab : "Ya, tetapi tiba-tiba datang seseorang yang meminta turun dari gunung, ia meminta makan kepada si tukang penatu itu, lalu orang itu (Si 'Abid) mendo’akan tukang penatu itu tiga kali, dan sementara itu seorang malaikat berdiri di sampingnya mengaminkan do’a nya itu, lalu Allah mengutus seorang malaikat kepadaku, dia membelengguku dengan rantai besi yang di bawanya".

Kemudian Nabi Isa As. berkata kepada si tukang penatu itu : "Mulailah kamu beramal dengan baik karena Allah Ta'ala karena Allah sungguh telah mengampunimu". (Tanbihul Ghofilin)


Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wasalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar