Selasa, 14 April 2015

BAKTI SEORANG ANAK

“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.
Pemuda itu menjawab : “Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”.
Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”.
Ia menjawab : “Aku”.
Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”.
Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”.
Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”.
Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”.
Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..
Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”.
Ia menjawab : “Alhamdulillah, aku sudah beristri dan punya beberapa anak”.
Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”.
Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”.
Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”.
Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”.
Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…
Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”.
Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”.
Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”.
Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”.
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”.
Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihat anak-anakku gembira…”.
Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.
Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”.
Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”.
Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”.
Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”.
Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”.
Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihan dia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”.
Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…
Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”.
Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”.
Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…
Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”.
Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”.
Aku pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”.
Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”.
Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”.
Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.
Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku. Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat. Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru. Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku. 
Aku berkata dalam diriku : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya........
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…
Ibunya tidak pernah merawatnya…
Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…
Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…
Tidak pernah begadang malam…
Tidak pernah mengajarinya…
Tidak pernah sedih karenanya…
Tidak pernah menangis untuknya…
Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…
Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…
Tidak pernah….dan tidak pernah…!
Walaupun demikian…pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”.
Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat….
seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental???.
Wallaahu a'lam.......semoga bermanfaat Allaahumma aamin

(Dikutip dari Majalah Qiblati edisi 03 Thn IX oleh Syaikh Mamduh Farhan al Buhairy)



Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wasalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.

MACAM-MACAM PENYEBAB SAKIT

1. ANAK SAKIT
Jika anak tersebut belum akil baligh maka disebabkan oleh dosa-dosa kedua orang tuanya.

2. ANEMIA
Disebabkan sering jengkel yang disimpan berhari-hari kepada suami/isteri atau orangnya pendiam.

3. ASMA
Disebabkan amarah yang dipendam atau tidak mengumbar amarah.

4. ASAM URAT 
Disebabkan apabila dinasehati malah menasehati kembali.

5. BAYI MINUM SUSU SELALU MUNTAH
Disebabkan ibunya si bayi jika di nasehati kurang terima.

6. BESER
Disebabkan takut akan sesuatu hal, khawatiran, tidak percaya diri.

7. BRONKITIS
Disebabkan orangnya diam dan mudah tersinggung.

8. BELUM DIKARUNIAI ANAK
Disebabkan sang suami kurang atau tidak membantu pekerjaan sang istri, sperma kurang lancar krn dahulunya orangnya pendiam, pernah merasa jengkel/marah yang disimpan pada orang tua.

9. BAU MULUT
Disebabkan jarang bicara jadi bakteri dlm mulut terus bekerja, sedang O2 tdk leluasa bekerja dg baik. Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak / suka bikin tersinggung / menyakiti / asal bunyi.

10. BAU BADAN
Disebabkan gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang” dan malas!

11. BENJOLAN DI LEHER 
Disebabkan jarang bicara tapi sekali bicara pedas. Ketika dahulu jika ada kata/perlakuan yg tidak baik disimpan saja sehingga kelenjar thyroid membesar yg akhirnya menjadi benjolan.

12. BELUM PUNYA JODOH
Disebabkan kedua orang tuanya kurang komunikasi. Jadi kesannya seperti bukan suami-isteri. Biasanya orangnya egois mau menang sendiri. Sebaiknya segeralah berdamai dalam hati karena yang tahu hanya yang bersangkutan. Jangan saling Egois. Saling pengertianlah.

13. BELUM BISA BICARA SEJAK LAHIR 
Disebabkan dulu waktu ibunya mengandung yang kalau marah itu diam tidak diungkapkan, tidak mau ngomong sampai berhari-hari yang disimpan dan juga marah pada orang tuanya.

14. CACAR
Disebabkan keinginan yang kuat dengan nafsu tetapi ditahan.

15. DIABETES
Disebabkan selalu merasa nasehatnya paling benar dan jika menyuruh pada suami/istri/anak harus di jalani walaupun sebenarnya dia sendiri tidak mampu menjalaninya.

16. DARAH RENDAH
Disebabkan kekhawatiran seseorang yang terlalu tinggi.

17. EMPEDU
Disebabkan seringnya membicarakan orang lain, menggosipkan atau membuat fitnah.

18. GATAL-GATAL
Disebabkan lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul krn keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah tangga / keluarga.

19. GONDOK
Disebabkan keinginan bicara yg “ingin menang sendiri” tapi karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.

20. GAGAL GINJAL 
- Bila cuci darah setiap beberapa hari sekali & bila belum punya suami atau isteri maka disebabkan memendam jengkel pada orang tua. 
- Jika sudah punya isteri atau suami maka disebabkan terlalu memendam rasa jengkel pada suami atau isterinya yg sangat kuat.

21. HERNIA
Bila terjadi pada bayi / anak kecil
dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yg sobek. Ini terjadi disebabkan krn ortu (salah satu dr suami/isteri) punya keinginan yg kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.

22. HERPES
(di pinggang setengah lingkar sebelah kiri & ginjal sebelah kiri ada kista)
Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan
permasalahan dalam keluarga. Disebabkan “cara melihat” permasalahan dlm keluarga, disikapi dg kejengkelan / kekecewaan / amarah yang dipendam dan terus menerus.

23. JANTUNG
Disebabkan sering marah-marah pada suami/isteri.

24. JANTUNG CORONER/BENGKAK 
Disebabkan orangnya merasa lebih pandai, merasa bangga / sombong, suka marah-marah dan kaku.

25. JANTUNG BOCOR 
Disebabkan sering jengkel pada suami/isteri dan jika di nasehati selalu ditolak.

26. KAKI SAKIT (pengapuran) 
- Lutut sebelah kanan disebabkan punya keinginan yg harus dipenuhi walau keinginannya baik seperti menyuruh anak sholat tapi dengan marah/kesal. 
- Lutut bagian belakang disebabkan jika menyuruh dengan ngomel.

27. KAKI TIDAK KUAT BERDIRI (betis terasa sakit,pinggangsakit)
Disebabkan suka menyuruh-nyuruh sambil jengkel dan sering membaca amalan-amalan tertentu yang berhubungan dengan keinginan duniawi.

28. KAKI KAPALEN (eksim kering)
Disebabkan jika melihat keadaan rumah dan ingin melakukan pekerjaan tetapi tidak dikerjakan.

29. KANKER RAHIM (stadium 3)
Disebabkan memiliki masalah terhadap orangtuanya khususnya dengan IBU atau sering emosi / suka marah-marah /jengkel khususnya pada keluarga (anak2/ suami/isteri/ibu kandung) namun disimpan saja.

30. KATARAK
Bila kena thd anak kecil disebabkan karena salah satu kedua orang tuanya sering merendahkan, baik suami ke istri atau istri ke suami atau ke orang lain.

31. KEROPOS TULANG PINGGUL (oestoporosis)
Disebabkan karena sering marah-marah di rumah.

32. KELAINAN JANTUNG.
Klep-nya bocor/terbuka disebabkan karena sering menyimpan “emosi” yg kuat.

33. KELUAR DARAH DARI HIDUNG.
(Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor).
Disebabkan “emosi” yg berkenaan dengan lingkungan.

34. KANKER KELENJAR GETAH BENING
Disebabkan kehendak yang ia yakini benar dengan keinginan
yang kuat serta ada rasa jengkelnya atau semua perkataanya harus di turuti / diikuti tetapi ada
benturan dari keluarga yang melarangnya sehingga jadi jengkel/ marah.

35. KESEMUTAN
Bila Kaki & tangan kiri kena disebabkan kalau melakukan pekerjaan baik dirumah atau di kantor sering kali ngomel.

36. KOMPLIKASI
(asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga hrs menggunakan obat tidur)
Disebabkan banyak masalah misalnya memikirkan anak2, kangen dg anak yg jauh, dsb.

37. KANKER PAYUDARA
Disebabkan memiliki masalah terhadap sang suami / anaknya atau sering jengkel kpd suami.

38. KISTA 
Bila bayi terkena kista pada pita suara atau susah bernafas atau ngorok karena ibunya hobinya
menggunjing orang dengan rasa jengkel.

39. KANKER PADA PRIA
Disebabkan sering memarah-marahi sang Istri.

40. KUNING
Ini empedunya bermasalah disebabkan terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.

41. LEVER
Disebabkan punya dendam yg masih tersimpan.

42. MATA MINUS
Disebabkan karena meremehkan orang lain sehingga Allah mengaburkan pandangannya.

43. MAAG
Disebabkan jika di nasehati selalu tidak mau atau sering emosional / ngomel dalam keluarga.

44. PERUT NYERI
Disebabkan karena sering marah pada istri atau suami dan anaknya.

45. PEMBEKUAN DARAH 
Disebabkan keinginan yang terlalu kuat.

46. PUSING 
Disebabkan sering berpikir yang terlalu berat atau sering curiga atau apa yang diucapkan merasa benar atau jika menyuruh seseorang baik keluarga / orang lain dengah marah.

47. PENGAPURAN di tulang belakang & kaki kiri bawah lutut & pinggang sakit
Disebabkan sering marah-marah / jengkel yg disimpan dan sering berobat ke dukun / paranormal.

48. PERUT KEMBUNG 
Disebabkan sulit menerima nasehat atau sebenarnya mau di nasehati tetapi dia menundanya dulu hingga beberapa lama.

49. PINGGANG
Disebabkan sering marah-marah pada suami/isteri.

50. RAHIM BERMASALAH
Hal ini dikarenakan bermasalah dengan Ibu sang pasien. Entah dulu sering membangkang atau
membentak-bentak. Untuk mengobatinya, harus meminta maaf kepada Ibu dan bertobat kepada Allah.

51. SESAK NAFAS
Disebabkan sering Jengkel pada suami/isteri atau jika di nasehati selalu ditolak.

52. STROKE
Disebabkan orang tersebut suka marah namun dipendam.

53. TANGAN BA'AL (stroke) 
Disebabkan jika mengerjakan sesuatu dengan ngomel/ emosi/ menggerutu baik dirumah maupun di kantor.

54. TUMOR BATANG OTAK 
Disebabkan ketika isterinya mengandung dia marah atau jengkel pada orangtua/mertua, dan atau pada isteri tetapi hanya diam saja.

55. SINUSITIS 
Disebabkan berpikir yang terlalu berat atau orangnya pendiam jika ada masalah di cari jalan keluarnya sendiri.

56. Tidak bisa jalan krn lutut kiri bengkak & tangan kanan bagian atas sakit
- Untuk lutut kiri disebabkan biasanya berhubungan dg pekerjaan dirumah yg ingin dilakukan tapi takut menyatakan dg terus terang. 
- Untuk tangan kanan yg sakit disebabkan biasanya jika menyuruh orang (baik itu pd keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu pekerjaan sering dengan emosi/marah.

57. TENGKUK PEGEL 
Disebabkan sering emosi disimpan dalam hati atau orangnya kaku.

*dari berbagai sumber

Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wasalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.

NASIHAT LUQMAN HAKIM

"Anakku,jika makanan telah memenuhi perutmu,maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah,dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku,kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku,ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah,jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku,aku sudah pernah memikul batu-batu besar,aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku,aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Anakku,aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku,sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:
1). Jika kau beribadah pada Allah,jagalah pikiranmu baik-baik.
2). Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3). Jika kau berada di tengah-tengah majelis,jagalah lidahmu.
4). Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5). Ingatlah Allah selalu.
6). Ingatlah maut yang akan menjemputmu.
7). Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8). Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wasalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.