Sabtu, 07 November 2015

PERISTIWA BESAR DIHARI ASYSURO (10 MUHARRAM)

(Syaikh Abu Bakar Syatho dalam kitab I’anatut Thalibin Juz II hal. 267)

1. Allah menerima taubat Nabi Adam AS.
2. Allah mengangkat Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi.
3. Allah mengeluarkan Nabi Nuh AS dari perahunya.
4. Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari pembakaran api Namrud.
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa AS (dalam riwayat lain, laut merah terbelah 2 untuk menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun).
6. Nabi Yusuf AS dikeluarkan dari penjara.
7. Kembalinya penglihatan Nabi Ya’qub AS.
8. Nabi Ayyub AS. dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya.
9. Nabi Yunus AS. dikeluarkan dari perut ikan.
10. Nabi Daud AS. diampuni kesalahannya.
11. Allah menganugerahkan kerajaan yang besar kepada Nabi Sulaiman AS.
12. Nabi Muhammad SAW diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang.
13. Awal hari Allah menciptakan dunia.
14. Awal hari Allah menurunkan hujan dari langit.
15. Rahmat Allah pertama kali diturunkan ke bumi.
16. Allah menjadikan ‘Arasy.
17. Allah menjadikan Lauhul Mahfuzh.
18. Allah menjadikan alam.
19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
20. Nabi Isa AS diangkat ke langit.


Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wassalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.

Sayyidinaa Al Imam Asy Syaikh Junaid bin Muhammad Al Baghdadi dan Pencukur Rambut

Saat berada di Mekkah, Imam Junaid al-Baghdadi pernah menghampiri seorang tukang pangkas rambut. Ia menyaksikan tukang pangkas rambut itu sedang mencukur rambut seorang laki-laki terhormat.

”Demi Allah, dapatkah engkau memangkas rambutku?” tanya Imam Junaid.

”Ya tentu saja,” katanya sambil bercucuran air mata. Dia pun tak menyelesaikan pekerjaannya terhadap lelaki terhormat itu.

”Berdirilah,” kata si tukang cukur. ”Saat nama Allah diucapkan, yang lain harus menunggu.”

Tukang pangkas rambut pun mendudukkan Imam Junaid, mencium kepalanya, dan mencukur rambutnya. Setelah rampung, ia memberi sang imam sebuah bungkusan kertas yang berisi sejumlah koin kecil. ”Belanjakan uang ini untuk keperluanmu,” katanya.

Peristiwa tersebut membuat Imam Junaid berketetapan hati memberikan apapun hadiah pertama yang akan ia terima kepada si tukang cukur. Ya, tak berapa lama Imam Junaid memperoleh hadiah sekantong emas dari Bashrah. Segera ia bawa emas itu kepada si tukang cukur.

”Apa ini?” tanya si tukang cukur.

”Aku telah berketetapan hati bahwa hadiah pertama yang aku terima akan aku berikan kepadamu. Aku baru saja mendapatkan ini.”

”Saudaraku,” tukasnya, ”tidakkah engkau malu pada Allah? Engkau berkata padaku ’Demi Allah pangkaslah rambutku’. Apa kau pernah mendengar ada seseorang melakukan sesuatu karena Allah lalu meminta bayaran?”

Mendapat pengalaman ini, Imam Junaid berujar, ”Aku belajar keyakinan yang tulus dari seorang pemangkas rambut.”

(Mahbib KhoironDisadur dari KH Luqman Hakim, Mutiara Agung Pangeran Sufi, Jakarta: Cahaya Sufi, 2008)

Semoga bermanfaat Allaahumma aamiin...
Wallaahu a'lam bish shawab wassalamu'alaikum wa rahmatullaahi ta'ala wa barakatuh.